“Informasi yang saya terima dari sekolah itu, awalnya yang kelas 11 (pelaku) punya pacar, kemudian diputus oleh pacarnya. Karena si pelaku bisa membuka akun Instagram pacarnya, dia melihat ada chat dari adik kelasnya yang menjadi korban. Padahal itu komunikasi biasa saja, cuma hello-hello saja, lalu cemburu,” kata Imam.
Menurut Imam, aksi perundungan terjadi saat jam istirahat makan siang dan tidak terpantau oleh pihak sekolah, sehingga kondisi tersebut menjadi evaluasi untuk memperbaiki sistem pengawasan di lingkungan sekolah.
Baca Juga:
Istri Lurah di Tapteng Diduga Halang-Halangi Wartawan Saat Meliput Posko Pengungsi
“Sedang jam makan siang, jam istirahat. Ternyata ada kejadian seperti itu dan tidak terpantau. Ini bagian dari kelalaian kita, maka akan kita perbaiki SOP dan layanan kita,” sambungnya.
Hingga Senin (17/8/2026), korban masih belum kembali menjalani aktivitas di sekolah setelah mengalami peristiwa tersebut.
PCNU Kabupaten Kebumen bersama Lembaga Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Kebumen juga telah mendatangi keluarga korban untuk memberikan pendampingan serta dukungan psikologis.
Baca Juga:
Dari Perundungan ke Teror Supranatural, Qorin 2 Hadirkan Konflik Ayah dan Anak yang Mengguncang
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.