WAHANANEWS.CO, Jakarta - Keluhan wisatawan soal dugaan pungutan liar di pintu masuk pemandian air panas Sidebuk-debuk, Kabupaten Karo, membuat Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turun memberi ultimatum.
Sorotan itu mencuat setelah beredar video wisatawan yang mengaku harus membayar tiket masuk lebih dari satu kali saat hendak menuju lokasi wisata Sidebuk-debuk.
Baca Juga:
Dugaan Pungli Pelepasan Siswa di MTsN 16 Jakarta Timur Jadi Sorotan Publik
Dalam video yang dilihat pada Sabtu (13/6/2026), seorang wisatawan perempuan terdengar kesal karena merasa dibebani pungutan berulang.
"Tidak merdeka kalau dua kali bayar," ucap wanita dalam video tersebut.
Keluhan itu kembali membuka persoalan lama di kawasan wisata pemandian air panas Sidebuk-debuk.
Baca Juga:
Pejabat Dinas ESDM Tersangka Pungli, Pemprov Jatim Beri Bantuan Hukum
Wisatawan disebut kerap mengeluhkan adanya pengutipan lebih dari satu kali saat memasuki kawasan wisata tersebut.
Dugaan pungutan liar di pintu masuk kawasan wisata itu dinilai dapat mencoreng citra pariwisata Karo yang selama ini menjadi salah satu tujuan wisata alam di Sumatera Utara.
Persoalan tersebut juga berpotensi membuat wisatawan enggan kembali jika tidak segera ditangani secara tegas.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Karo, Juni Antomi Kemit, belum memberikan respons saat dimintai keterangan mengenai video yang viral tersebut.
Juni tidak merespons pesan maupun panggilan telepon yang ditujukan kepadanya terkait keluhan wisatawan di Sidebuk-debuk.
Di tengah belum adanya penjelasan dari pemerintah daerah setempat, Bobby Nasution menyampaikan peringatan keras kepada Pemerintah Kabupaten Karo.
Bobby mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap turun tangan jika Pemkab Karo tidak mampu menyelesaikan masalah dugaan pungli tersebut.
"Saya sudah sampaikan sama jajaran di Pemprov, kalau Pemkab tidak bisa selesaikan biar kami selesaikan," kata Bobby Nasution.
Pernyataan Bobby menjadi sinyal bahwa Pemprov Sumut tidak ingin persoalan pungutan liar di kawasan wisata terus berulang tanpa penyelesaian.
Menurut Bobby, masalah seperti itu tidak boleh dibiarkan karena menyangkut kenyamanan wisatawan dan nama baik daerah.
Ultimatum tersebut sekaligus menjadi tekanan bagi Pemkab Karo untuk segera menertibkan sistem pengelolaan tiket masuk di kawasan wisata Sidebuk-debuk.
Jika pengutipan berulang benar terjadi, pemerintah daerah dinilai perlu memastikan jalur masuk, petugas, tarif, dan mekanisme pembayaran lebih jelas bagi wisatawan.
Kawasan pemandian air panas Sidebuk-debuk selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di Kabupaten Karo.
Namun, keluhan mengenai pungutan di pintu masuk dapat menjadi masalah serius apabila tidak diikuti penataan dan pengawasan yang konsisten.
Kasus ini juga menunjukkan pentingnya transparansi pengelolaan retribusi di kawasan wisata agar wisatawan tidak merasa dirugikan.
Dengan adanya ultimatum dari Gubernur Sumut, publik kini menunggu langkah konkret Pemkab Karo dalam membereskan dugaan pungli di pintu masuk Sidebuk-debuk.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]