WahanaNews.co | Program MORA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) membuka seleksi tahap wawancara untuk calon penerima beasiswa non-gelar perguruan tinggi luar negeri yang diikuti 192 peserta pada Kamis.
"Ada 56 orang yang memilih program studi ke negara Arab, sementara 136 lainnya memilih program studi ke negara ASEAN, serta Amerika Serikat, Inggris, dan Australia," kata Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag Ahmad Zainul Hamdi di Jakarta.
Baca Juga:
Lebaran 1446 H Tanpa Perbedaan, Kemenag: 1 Syawal 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025
192 peserta itu terdiri atas 107 peserta untuk jenjang S1, 78 jenjang S2, dan tujuh orang untuk jenjang S3. Wawancara dilakukan secara daring (dalam jaringan).
Proses wawancara, menurut dia, dilakukan oleh para dosen yang ahli di bidangnya. Panitia telah menghadirkan empat dosen psikologi serta 17 dosen/akademisi yang mumpuni dalam bidang akademik, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris.
"Hasil seleksi wawancara ini akan diumumkan pada 15 Juli 2023," jelas dia.
Baca Juga:
Menanti Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2025 Jatuh pada Minggu atau Senin?
Dari 192 peserta, kata dia, saat ini ada delapan mahasiswa S1 yang telah mendapatkan Conditional Offer dari Columbia University AS yang merupakan salah satu Ivy Leagues Universities di USA.
"Conditional Offer menunggu hasil wawancara saat ini. Secara syarat bahasa, mereka sudah memenuhi syarat IELTS standar 7.0," ujarnya.
Ivy League adalah sebuah asosiasi yang terdiri dari 8 universitas Amerika Serikat. Istilah "Ivy League" mempunyai konotasi kesempurnaan akademis dan elitisme akademis. Anggotanya juga sering disebut Ancient Eight (Delapan Sekolah Lama).