Program pengembangan video bahan ajar akan difokuskan pada mata kuliah dasar dengan tingkat kebutuhan tinggi.
Dengan demikian, materi pembelajaran tersebut dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak mahasiswa di seluruh Indonesia.
Baca Juga:
Brian Yuliarto Dorong Generasi Muda Jadi Motor Inovasi Berbasis Sains dan Teknologi
Selain itu, pembelajaran akan dirancang secara kolaboratif melalui pendekatan team teaching.
Pendekatan ini memungkinkan dosen dari berbagai perguruan tinggi untuk berperan sebagai pengampu bersama guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman menambahkan bahwa kementerian telah menyiapkan berbagai skema dukungan.
Baca Juga:
Momentum Hari Bumi, RI dan Uni Eropa Percepat Transisi Energi Lewat Inovasi Hijau
Dukungan tersebut mencakup koordinasi lintas unit serta peluang pendanaan melalui kerja sama dengan mitra pembangunan internasional.
“Kami telah melakukan koordinasi dengan berbagai unit, termasuk Belmawa, untuk mengidentifikasi program yang dapat disinergikan. Selain itu, pengembangan ini juga didukung melalui skema pendanaan kolaboratif,” jelas Dirjen Risbang.
Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka Ali Muktiyanto menyatakan kesiapan institusinya dalam mendukung program tersebut.