“Tahun 2028 itu sebenarnya kita sudah oversupply dokter,” ungkap Badri.
Masalah ini semakin kompleks karena distribusi tenaga kerja yang tidak merata di berbagai daerah.
Baca Juga:
Somalia Paling Rendah, Indonesia Urutan Berapa? Ini Daftar IQ Negara Dunia 2025
“Apalagi terjadi maldistribusi, tidak keseimbangan distribusi di masing-masing daerah,” ujarnya.
Sebagai solusi, Kemendikti mendorong perubahan pendekatan dari market driven menjadi market driving, dengan fokus pada kebutuhan industri strategis.
“Ada strategi market driving,” kata Badri.
Baca Juga:
PLN Dukung Pendidikan Generasi Muda melalui Bantuan untuk Madrasah di Ciamis
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi melalui penguatan sektor-sektor prioritas.
“Kalau bisa tumbuhnya itu di atas 12 sampai 15 persen, pertumbuhan 8 persen ini tidak akan menjadi masalah,” jelasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pengembangan program studi baru harus selaras dengan delapan industri strategis yang sedang diprioritaskan.