“Program studinya yang perlu dikembangkan untuk prodi-prodi baru yang sesuai dengan delapan industri strategis tadi,” ujarnya.
Selain penyesuaian prodi, pemerintah juga membuka opsi kebijakan pendidikan yang lebih fleksibel seperti program interdisipliner.
Baca Juga:
Inilah Dugaan Para Oknum Aparat TNI dan Polisi pada Tambang Emas Ilegal 200 Hektar di Way Kanan
“Ada kebijakan yang nantinya akan kita keluarkan misalnya program interdisciplinary atau major-minor,” kata Badri.
Model ini memungkinkan mahasiswa menggabungkan keahlian lintas bidang untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja.
“Major-nya mungkin di Engineering, tapi minor-nya Manajemen,” lanjutnya.
Baca Juga:
Polri Siapkan Transformasi STIK Jadi Universitas Kepolisian Demi Tingkatkan Profesionalisme Dan Pengembangan Ilmu
Kombinasi lintas disiplin tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks dan dinamis.
“Atau major-nya mungkin di Kedokteran, tapi minor-nya di Manajemen, mungkin supply chain,” ujarnya.
Ia menilai pendekatan ini akan memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan sektor kesehatan, termasuk manajemen rumah sakit dan distribusi alat kesehatan.