Lebih lanjut, Dirjen Najib menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Kemitraan tersebut memungkinkan terlaksananya program pengayaan yang mampu meningkatkan kualitas sekolah, guru, serta kesiapan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat global.
Baca Juga:
Pemerintah Salurkan BSPS 2026, 19 Rumah di Humbang Hasundutan Siap Diperbaiki
Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2025, program ini telah menjangkau 12 sekolah terpilih di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini juga memberikan dampak positif kepada ratusan sekolah lain melalui sistem pengimbasan.
Sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia turut terlibat dalam program ini, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Padjadjaran.
Baca Juga:
Mensos Soroti Bahaya Digital bagi Anak, Dorong Penguatan Peran Masyarakat
Kolaborasi tersebut menghadirkan berbagai program pengayaan yang komprehensif bagi sekolah, tenaga pendidik, dan peserta didik.
Program pengayaan meliputi penguatan manajemen sekolah melalui pelatihan, pendampingan riset kolaboratif, serta peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan internasional seperti SAT dan IELTS.
Selain itu, peserta didik juga mendapatkan pembinaan dalam aspek akademik, pengembangan karakter, hingga personal branding.