Program ini turut membuka peluang lebih luas bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia melalui penguatan kompetensi STEM dan soft skills.
Menteri Brian juga menegaskan bahwa program ini tidak bertujuan menciptakan eksklusivitas di lingkungan sekolah.
Baca Juga:
Pemerintah Salurkan BSPS 2026, 19 Rumah di Humbang Hasundutan Siap Diperbaiki
Sebaliknya, sekolah yang terpilih diharapkan menjadi pusat keunggulan yang mampu memberikan dampak positif bagi sekolah lain di sekitarnya.
“Sekolah yang terpilih bukan menjadi entitas yang terpisah, tetapi justru menjadi pusat penggerak yang menyinari dan menginspirasi sekolah lain. Sehingga bisa membangun ekosistem sekolah yang diharapkan,” tambah Menteri Brian.
Sementara itu, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, Ardi Findyartini, menjelaskan bahwa program ini didukung oleh tiga pilar utama dalam ekosistem Sekolah Garuda.
Baca Juga:
Mensos Soroti Bahaya Digital bagi Anak, Dorong Penguatan Peran Masyarakat
“Tiga pilar penting yang menjadi landasan dari Sekolah Garuda, baik Garuda Baru dan Garuda Transformasi, adalah pilar penyeimbang yang merupakan upaya untuk memeratakan kesempatan berprestasi bagi siswa-siswi, inkubator pemimpin, pembentukan karakter kepemimpinan Indonesia Emas 2045, dan pilar akademik dan pengabdian masyarakat,” ujar Direktur SSPT.
Program ini memiliki dasar hukum yang kuat melalui berbagai regulasi, di antaranya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2025, serta Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 53 Tahun 2025.
Peluncuran ini juga menandai dibukanya pendaftaran bagi SMA dan MA terbaik di seluruh Indonesia untuk bergabung dalam program tahun 2026.