WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus meneguhkan komitmennya dalam memperkuat fondasi pendidikan unggul yang merata di seluruh penjuru Tanah Air.
Melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), diluncurkan secara resmi program Sekolah Garuda Transformasi di SMA Taruna Nusantara (Tarnus), Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (8/10/2025).
Baca Juga:
Enam Tren Wisata 2025 Mengemuka, Kemenparekraf Siapkan Strategi Besar Hadapi 2026
Program ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperluas akses dan kualitas pendidikan unggul yang berorientasi pada penguatan kompetensi di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta pembentukan karakter kepemimpinan yang berintegritas dan berjiwa kebangsaan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menjelaskan, Sekolah Garuda dirancang berdasarkan tiga pilar utama: penyeimbang akses pendidikan agar setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi; inkubator calon pemimpin masa depan yang siap membawa Indonesia menuju generasi emas 2045; serta pendidikan berkualitas yang berpadu dengan semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Sekolah Garuda adalah wujud komitmen pemerintah untuk menciptakan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan pengabdian sosial,” tegas Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Baca Juga:
Pemerintah Genjot Swasembada Protein Ikan, Harkanas 2025 Digelar Meriah di Jakarta
Sementara itu, Penasihat Khusus Menteri Bidang Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemdiktisaintek, Marsetio, menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan STEM di SMA Taruna Nusantara menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh.
“Dengan terpilihnya SMA Taruna Nusantara sebagai Sekolah Garuda Transformasi, kami berharap lahir lulusan berintelektual tinggi, berjiwa kepemimpinan, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Asisten Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, menekankan pentingnya kesadaran peserta didik dalam memanfaatkan kesempatan emas ini.