“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Apa yang kalian rasakan hari ini adalah perwujudan mimpi generasi kami dahulu,” pesannya penuh makna.
Dukungan juga datang dari kalangan pendidik SMA Taruna Nusantara. Salah satu guru, Laksananing Mukti, mengungkapkan bahwa di masa lalu, kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi sangat terbatas.
Baca Juga:
Enam Tren Wisata 2025 Mengemuka, Kemenparekraf Siapkan Strategi Besar Hadapi 2026
“Dengan Sekolah Garuda Transformasi, para siswa kini memiliki peluang lebih besar untuk menempuh pendidikan tinggi berkualitas, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Dari sisi peserta didik, antusiasme serupa terlihat dari Andera, siswa SMA Taruna Nusantara, yang merasa bangga menjadi bagian dari program ini.
“Pendidikan yang berkualitas adalah jalan untuk melakukan mobilitas sosial. Dengan pendidikan yang baik, akan lahir generasi yang baik pula,” tegasnya.
Baca Juga:
Pemerintah Genjot Swasembada Protein Ikan, Harkanas 2025 Digelar Meriah di Jakarta
Peluncuran Sekolah Garuda Transformasi turut diramaikan dengan expo hasil riset siswa SMA Taruna Nusantara.
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah proyek “Liter Des Light” sistem pencahayaan berbasis energi surya yang diciptakan oleh siswa Tarnus.
Inovasi ramah lingkungan ini bahkan berhasil meraih juara dua dalam ajang “Sampassador Beraksi” yang diadakan oleh Partner der Zukunft (PASCH) dan Goethe-Institut Indonesia, serta mendapatkan pendanaan 750 euro atau sekitar Rp14 juta.