WAHANANEWS.CO, Jakarta - PLN Electricity Services (PLN ES) memastikan kesiapan penuh
dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sebanyak lebih dari 22 ribu personel disiagakan untuk mendukung kelancaran pasokan listrik di
berbagai wilayah strategis di Indonesia.
Kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari komitmen PLN ES dalam mendukung PLN Group
menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional, khususnya pada momen dengan kebutuhan
keandalan listrik yang tinggi serta mobilitas masyarakat yang meningkat signifikan.
Baca Juga:
Polda Jambi bersama Satgas Pangan Pantau Harga Sembako di Pasar Angso Duo, Pastikan Stok Aman Jelang Idul Fitri
Sebanyak 22.749 personel siaga telah ditempatkan di berbagai lini operasional, mulai dari
petugas command center, pelaksana pelayanan teknik (Yantek), operator gardu induk, hingga
petugas ground patrol dan pengatur gangguan. Seluruh personel tersebut tersebar di lebih dari
18 unit induk PLN, ratusan UP3/UPT, serta ratusan unit layanan pelanggan di wilayah Jawa,
Sumatera, dan Bali.
Selain kesiapan personel, PLN ES juga menyiapkan ribuan armada operasional, peralatan
kerja, serta material pendukung dalam kondisi prima. Pengamanan juga difokuskan pada
ratusan titik prioritas seperti masjid dan pusat keramaian, guna memastikan kenyamanan
masyarakat dalam menjalankan ibadah dan aktivitas selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Baca Juga:
Pangdam XX/TIB Tutup TMMD ke-127 Kodim 0415/Jambi, Percepat Pembangunan di Batanghari
Direktur Utama PLN ES, Susiana Mutia menyampaikan bahwa kesiapan ini merupakan wujud
nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat.
“Momentum Ramadan dan Idul Fitri adalah periode krusial bagi sistem kelistrikan. PLN ES
memastikan seluruh personel kami siaga penuh, bekerja dengan disiplin dan mengedepankan
keselamatan untuk menjaga keandalan pasokan listrik,” ujar Susiana.
Lebih lanjut, Susiana menekankan pentingnya penerapan budaya keselamatan kerja dan
pemanfaatan teknologi dalam mendukung operasional di lapangan.
“Kami memperkuat pengawasan dan kapabilitas personel melalui berbagai digital tools seperti
monitoring kedisiplinan, sistem early warning, serta program peningkatan kompetensi berbasis
digital. Ini menjadi bagian dari upaya kami membangun budaya kerja yang unggul dan
berkelanjutan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa kesiapan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga
pada kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Lebih dari sekadar menjaga keandalan, kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan
ibadah dan merayakan Idul Fitri dengan nyaman tanpa gangguan listrik. Ini adalah bentuk
pengabdian kami dalam melayani negeri,” tutup Susiana.
Dengan kesiapan menyeluruh ini, PLN ES optimistis dapat mendukung PLN dalam
menghadirkan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia
selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]