Dia menegaskan bahwa perusahaan telah berupaya menahan harga jual dalam waktu yang cukup lama guna menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian geopolitik global.
"Pertamax RON 92 kebetulan di market itu karena kondisi geopolitik kemarin itu naik, RON 92 itu kalau di market itu udah harganya Rp20.000-an, Rp21.000. Dan kita masih tahan, masih berupaya menahan di Rp12.300," ujarnya dalam acara Sarasehan Energi DEN, di Kampus IPB Bogor, dikutip Senin (15/6/2026).
Baca Juga:
Pemkab Lumajang Perkuat Efisiensi Belanja Operasional Hadapi Kenaikan Biaya Pemerintahan
Sigit menjelaskan bahwa penentuan harga BBM non-subsidi secara regulasi sejatinya mengikuti pergerakan harga pasar internasional. Pertamina memerlukan kemampuan finansial yang stabil agar dapat membeli kembali bahan baku BBM di pasar global dalam menjamin kecukupan volume stok untuk kebutuhan nasional.
Pihaknya menilai penyesuaian harga menjadi Rp 16.250 per liter merupakan langkah terukur setelah berkoordinasi dengan pemerintah. Perusahaan tidak ingin ketersediaan produk energi di masyarakat terus menurun akibat perusahaan menanggung kerugian yang terlalu besar pada produk BBM yang terjual.
Adapun, jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand, harga bensin dengan spesifikasi serupa bahkan sudah menyentuh angka Rp 23.000 per liter. Pertamina menekankan bahwa kenaikan harga tersebut menjadi pesan bagi konsumen mengenai kondisi pasar energi dunia yang sedang mengalami tekanan hebat.
Baca Juga:
Gawat...Modus Pakai Kartu Nelayan, Diduga Gudang Penimbunan BBM Solar Subsidi Di Desa Regemuk, Ranto Panjang Bebas Beroperasi
"Teman-teman bisa melihat di market internasional di tetangga sebelah negara lain itu RON 91, 92 itu di Rp 20.000, Rp 21.000. Jadi kita ingin memberikan message bahwa ini memang perlu naik kepada konsumen karena kondisinya memang harus kami pastikan terkait dengan ketersediaan suplai di pasar," tandasnya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.