WahanaNews.co, Jeddah - Arab Saudi masih menjadi salah satu mitra dagang potensial bagi Indonesia, khususnya untuk produk makanan dan minuman, barang konsumsi, serta berbagai kebutuhan penunjang ekosistem haji dan umrah.
Untuk memperkuat penetrasi produk Indonesia di pasar Arab Saudi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI terus bersinergi dengan perwakilan Indonesia di negara tersebut melalui berbagai kegiatan promosi dan penjajakan bisnis (business matching).
Baca Juga:
Florikultura Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Pameran Hortikultura Korea Selatan
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, mengatakan bahwa Kemendag melalui ITPC Jeddah bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah aktif menggelar berbagai promosi strategis guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk Indonesia.
“Permintaan terhadap produk Indonesia di Arab Saudi cukup tinggi. Kami terus berupaya menjaga momentum promosi dan memperluas jejaring bisnis melalui berbagai kegiatan business matching, pameran dagang, dan promosi langsung kepada buyer potensial,” ujar Bagas.
Menurut Bagas, berbagai upaya promosi yang dilakukan sejak awal 2026 telah menghasilkan sejumlah capaian positif. Beberapa di antaranya berupa kontrak pembelian makanan ringan serta penjajakan pembelian ikan kaleng, produk konsumen (consumer goods), dan produk tempe.
Baca Juga:
RI Raup Potensi Transaksi Lebih dari USD 20 Juta di SIAL Canada 2026
Selain itu, partisipasi Indonesia dalam pameran National Consumer Industries Exhibition (CONSMIX) yang berlangsung di Jeddah pada 5–17 Februari 2026 mencatatkan transaksi langsung dengan nilai omzet mencapai Rp168 juta.
“Capaian ini merefleksikan daya saing dan minat masyarakat Arab Saudi terhadap produk Indonesia. Kami akan mengawal komitmen dagang dan penjajakan yang sudah berjalan agar dapat berkembang menjadi kontrak jangka panjang yang stabil,” kata Bagas.
Tren positif tersebut berlanjut pada April 2026. ITPC Jeddah memfasilitasi penandatanganan kesepakatan dagang komoditas cengkeh senilai Rp252 juta antara PT Navva Nusantara Commodities dan perusahaan Arab Saudi, Mandoub Saud Ghazi Al Masudi.