“Kalaupun mereka masih mempermasalahkan sawit, itu hak mereka,” kata Tungkot.
Ia menegaskan Indonesia telah menyiapkan strategi jangka panjang dengan diversifikasi pasar ekspor sekaligus tetap menjalankan prinsip keberlanjutan dalam industri sawit nasional.
Baca Juga:
Dendam Sawit Berujung Maut, Dua Warga PALI Tewas Dibantai
“Indonesia sudah menyiapkan strategi jauh-jauh hari dengan diversifikasi pasar, dan prinsip keberlanjutan tetap kita jalankan,” ujarnya.
Perjanjian IEU-CEPA sendiri tercapai setelah proses negosiasi hampir satu dekade, dan menurut Tungkot kesepakatan itu terwujud karena posisi tawar Uni Eropa dalam pasokan CPO global semakin melemah.
“Pada akhirnya mereka menerima karena mulai terancam tidak mendapatkan pasokan CPO,” kata Tungkot.
Baca Juga:
Heppy Trenggono: Sawit Indonesia, Jangan Salah Sasaran
Ia menyebut, tanpa pasokan dari Indonesia, Uni Eropa harus mencari alternatif dari negara lain dengan biaya yang lebih tinggi.
“Kalau tidak dari Indonesia, mereka harus membeli dari AS atau negara lain, dan itu murni politik dagang,” ujarnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.