Meski demikian, dinamika pasar global, termasuk kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan Pemerintah Amerika Serikat, turut memengaruhi kinerja ekspor furnitur nasional. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi adaptif serta diversifikasi pasar tujuan ekspor.
Pemerintah, lanjut Reni, terus menempuh langkah strategis melalui diplomasi dan negosiasi perdagangan, sekaligus mendorong perluasan pasar ke negara-negara nontradisional. Sejumlah kawasan dinilai memiliki potensi besar, antara lain Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, serta negara-negara Asia seperti India dan Jepang.
Baca Juga:
Polres Tanjung Jabung Timur Libatkan TNI Dan Pol PP Lakukan Patroli Skala Besar, Jaga Kondusivitas Perayaan Imlek 2026 Tetap Aman
Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, industri furnitur nasional diharapkan semakin berdaya saing, memperluas penetrasi pasar global, dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.
[Redaktur: Alpredo]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.