Ego mengatakan, sebanyak 31 perusahaan telah mendeklarasikan untuk membangun PLTS dengan kapasitas total 2,3 GW pada 2022 dan 2023, serta rencana pembangunan pabrik komponen pendukung PLTS di Indonesia.
Komitmen ini menurutnya akan memberikan angin segar bagi investasi energi surya di Indonesia.
Baca Juga:
YLKI Desak Presiden Prabowo Turun Tangan Atasi Pemadaman Listrik
Ego menilai PLTS atap sendiri merupakan salah satu quick wins percepatan pemanfaatan energi surya melalui kontribusi langsung dari para pengguna energi.
Khususnya bagi industri untuk memenuhi tuntutan pasar yang semakin kuat terhadap produk hijau (green product).
"Dukungan dari manufaktur lokal juga sangat diperlukan untuk memenuhi TKDN dan memberikan manfaat yang besar untuk dalam negeri terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja," katanya.
Baca Juga:
Bandara Kalimarau Sukses Kelola PLTS 495 KWP, ALPERKLINAS: Bukti PLN Mampu Topang Transisi Energi Publik
Di samping itu, aspek kemudahan akses pembiayaan murah, insentif, dan fasilitas pembiayaan lainnya juga sangat penting.
Khususnya untuk memberikan kelayakan finansial dan meningkatkan investasi energi terbarukan seperti PLTS.
Sementara itu, pada 2021 lalu Institute for Essential Services Reform (IESR) mengidentifikasi sejumlah rencana proyek PLTS skala besar dengan total 2,7 GWac, dengan nilai investasi US$ 3 miliar.