USABC juga menyampaikan pandangan serta masukan dari perusahaan-perusahaan anggotanya terkait berbagai isu kebijakan, termasuk pentingnya pendekatan strategis dan fleksibel dalam penerapan kebijakan industri di sektor-sektor prioritas.
Pendekatan strategis dinilai penting agar kebijakan pendukung industri dan perdagangan memiliki arah yang jelas serta selaras dengan tujuan pembangunan nasional. Adapun fleksibilitas dalam implementasi diperlukan untuk memberikan ruang penyesuaian, kejelasan masa transisi kebijakan, serta kepastian bagi dunia usaha.
Baca Juga:
Wamendag Roro Dorong Ketahanan ASEAN di Tengah Tekanan Geopolitik Global
Menurut USABC, dialog yang berkesinambungan dapat membantu mengidentifikasi solusi yang seimbang bagi pemerintah dan pelaku usaha.
Selain isu bilateral, kedua pihak juga membahas kerja sama regional di tingkat ASEAN, termasuk dukungan terhadap penyelesaian Digital Economy Framework Agreement (DEFA) serta inisiatif pengembangan ekonomi sirkular dan hijau.
USABC menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan perjanjian tersebut, khususnya bagi usaha kecil dan menengah.
[Redaktur: Alpredo]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.