Dengan nilai tersebut, Bitcoin menempati peringkat ke-13 aset terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar menurut data Infinite Marketcap.
Koreksi ini memperpanjang tren negatif Bitcoin sepanjang 2026, dengan penurunan year to date sekitar 16 persen sejak awal tahun hingga 4 Februari.
Baca Juga:
6 Tips Cara Trading Bitcoin untuk Pemula, Dijamin Untung!
Tekanan pada harga Bitcoin dipicu oleh sikap investor yang semakin berhati-hati terhadap aset berisiko di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Ketegangan geopolitik yang belum mereda menjadi salah satu faktor utama yang membebani pasar kripto.
Selain itu, pasar juga dibayangi ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat, termasuk tertundanya rilis sejumlah data ekonomi penting akibat penutupan sebagian pemerintahan federal.
Baca Juga:
Presiden Vladimir Putin Sebut Tak Ada yang Bisa Melarang Penggunaan Bitcoin
Sentimen negatif turut diperkuat oleh belum jelasnya arah regulasi kripto di Amerika Serikat yang dinilai membuat investor menahan diri.
Upaya legislator untuk menyusun kerangka hukum yang lebih pasti bagi industri aset digital disebut berjalan lambat dan menambah tekanan psikologis pasar.
“Level saat ini mencerminkan ketidakpedulian yang cukup ekstrem dari investor ritel,” ujar analis Needham John Todaro dalam keterangan terpisah.