WAHANANEWS.Co, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyebut bahwa penyaluran rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mengalami kenaikan pada 2025.
Dia mengungkapkan pada 2023, penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 229.000 unit rumah, sedangkan pada 2025 mencapai 279.000.
Baca Juga:
Maruarar Sirait Pastikan Kuota BSPS untuk Daerah, Targetkan 400 Ribu Rumah pada 2026
"Baru setahun pemerintah Presiden Prabowo, tahun 2025, itu kenaikan yang luar biasa, yaitu 279.000. Jadi ada kenaikan sekitar 50.000 dalam satu tahun," ungkap dia saat ditemui di Gedung BRI I, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026) melansir CNBC Indonesia.
Pemerintah pun mengapresiasi upaya PT Bank Rakyat Indonesia yang juga turut membantu mensukseskan program pemerintah untuk mendorong pembiayaan rumah subsidi tersebut. Di mana kontribusi BRI tercatat mengalami kenaikan sebesar 100% dalam penyaluran rumah subsidi.
"Tahun 2024 itu ada 16.000 yang dibiayai oleh BRI. Tahun 2025 menjadi 32.000. Ini kenaikan dari presentasi yang terbesar. Saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya," kata Ara.
Baca Juga:
Perayaan Natal Nasional 2025 Diselenggarakan Sederhana dan Berdampak untuk Indonesia
"Artinya, ada 32.000 MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), apakah itu petani, nelayan, buruh, ART, supir, ojek, dan lain-lain yang bisa mendapatkan rumah berkat kerja keras daripada BRI," tambah dia.
Menurut Ara capaian ini membuktikan bahwa daya beli perumahan subsidi tidak mengalami penurunan. Bahkan program ini turut mendorong penyerapan tenaga kerja.
"Rumah subsidi ini yang mengerjakan rata-rata 4-5 orang. Kalau 279.000 tahun 2025, dikali 5, itu yang bekerja sudah sekitar 1.000.000 orang lebih. Artinya bekerja di rumah. Kalau 4, berarti 800.000 lebih. Itu menyerap tenaga kerja," terang dia.