WAHANANEWS.CO, Jakarta – Kelangkaan dan antrean bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara menjadi perhatian serius berbagai kalangan.
Peristiwa tersebut dinilai bukan sekadar persoalan meningkatnya permintaan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi energi nasional agar lebih tangguh dalam menghadapi berbagai potensi gangguan.
Baca Juga:
BPKN RI Soroti Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, Minta PLN Transparan dan Benahi Sistem
Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI), Mufti Mubarok, menilai kejadian tersebut harus dijadikan pelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, kelancaran distribusi BBM merupakan bagian dari hak konsumen yang harus dipenuhi melalui tata kelola rantai pasok yang kuat, sistem distribusi yang andal, serta mekanisme mitigasi yang mampu mengantisipasi kondisi darurat.
Mufti menjelaskan bahwa antrean BBM tidak semata-mata dipicu oleh meningkatnya konsumsi masyarakat. Faktor kesiapan rantai pasok, distribusi, hingga kemampuan mengantisipasi gangguan operasional juga menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dalam menjaga ketersediaan pasokan energi.
Baca Juga:
Harga Pertamax Melonjak, BPKN RI Ingatkan Risiko Tekanan Daya Beli dan Inflasi
"Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan. Masyarakat sebagai konsumen memiliki hak untuk memperoleh layanan distribusi BBM yang lancar, aman, dan berkelanjutan. Ke depan, diperlukan penguatan sistem perencanaan distribusi, peningkatan kapasitas logistik, digitalisasi pemantauan stok secara real time, serta komunikasi publik yang lebih cepat agar masyarakat tidak terpancing melakukan pembelian berlebihan yang justru memperparah antrean," ujarnya.
Ia menambahkan, BPKN RI mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pertamina Patra Niaga dalam menangani kondisi darurat tersebut.
Meski demikian, evaluasi secara menyeluruh tetap diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada masa mendatang.