WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pembenahan besar-besaran terhadap badan usaha milik negara mulai menunjukkan hasil mencolok setelah sejumlah perusahaan pelat merah mencatat lonjakan laba hingga ratusan persen pada Semester I 2026.
Presiden Prabowo Subianto membeberkan bahwa peningkatan kinerja tersebut terlihat di berbagai sektor usaha BUMN setelah pemerintah melakukan perbaikan tata kelola secara menyeluruh.
Baca Juga:
Danantara Tutup 290 BUMN, Rosan Targetkan Cuma Tersisa 300 Perusahaan
Salah satu lonjakan paling tajam terjadi pada PT Timah yang membukukan kenaikan laba bersih hingga 804,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut disebut berkaitan dengan langkah pemerintah menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga akhir 2025.
“Akhir tahun lalu, kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung,” ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 dan Sidang Bersama MPR, DPR RI, serta DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga:
Janin MATI di Ruang Tunggu. RS Annisa Kota Jambi Diduga Abaikan IBu Hamil
Prabowo kemudian menjelaskan bahwa penertiban tambang ilegal memberikan dampak langsung terhadap perbaikan kinerja keuangan PT Timah.
“Dampaknya, keuntungan bersih PT Timah dalam 6 bulan pertama tahun 2026 naik 804,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Prabowo.
Selain laba bersih, nilai atau valuasi PT Timah juga mengalami peningkatan signifikan pada Agustus 2026.