Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa penguatan BUMN harus diikuti pemerataan manfaat pembangunan ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan aglomerasi yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Jika transformasi BUMN dikombinasikan dengan pembangunan kawasan aglomerasi yang terintegrasi, maka efek bergandanya akan sangat besar terhadap investasi, lapangan kerja, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ucapnya.
Baca Juga:
Bangkok Dikepung Suhu Ekstrem, Indeks Panas Tembus 51,9 Derajat Celsius
Ia optimis percepatan investasi hilirisasi, termasuk pengembangan industri baterai kendaraan listrik melalui Indonesia Battery Corporation (IBC), akan meningkatkan nilai tambah nasional dan memperbesar kontribusi BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pemasok bahan mentah. BUMN harus menjadi ujung tombak industrialisasi modern yang menciptakan devisa, teknologi, dan nilai tambah yang jauh lebih besar,” tutup Tohom.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.