Berbekal inovasi, Argotelo kini menghadirkan sekitar 25 varian olahan singkong, mulai dari gemblong lumer, getuk, singkong fla, stik tela-tela, rondo royal, mento, nugget singkong, hingga molen tape.
Pertumbuhan permintaan turut mendorong peningkatan kapasitas produksi. Jika pada awal berdiri hanya memproduksi puluhan kilogram setiap hari, kini Argotelo mampu menghasilkan sekitar 500 ton produk setiap tahun.
Baca Juga:
Apel Pemberangkatan Satgas Karhutla Jambi, Plh Dansatgas Tekankan Pencegahan dan Respons Cepat
Untuk mendukung pengembangan usaha, Argotelo juga telah melengkapi berbagai legalitas, seperti sertifikasi halal, izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta perlindungan hak merek.
Tak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, Argotelo juga berupaya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat ini perusahaan mempekerjakan sekitar 35 karyawan, dengan sekitar 80 persen di antaranya berasal dari lingkungan sekitar.
"Kami melibatkan masyarakat sekitar, termasuk karang taruna dan kelompok sadar wisata agar bisa tumbuh dan berdaya bersama Argotelo," ujar Toni.
Baca Juga:
Dinas PM-PTSP Fakfak Jemput Bola Terbitkan 130 NIB di Pasar Thumburuni, Dorong Pertumbuhan UMKM
Komitmen tersebut kemudian berkembang melalui inisiatif Kampung Singkong di Salatiga yang kini mampu memberdayakan sekitar 300 pekerja. Seluruh kebutuhan bahan baku juga dipasok dari sentra-sentra penghasil singkong di sekitar Salatiga sehingga menciptakan rantai ekonomi yang saling menguatkan antara petani dan pelaku usaha.
Selain mengembangkan produk, Argotelo aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang diselenggarakan pemerintah, baik di tingkat kota, provinsi, maupun kementerian. Berbagai pelatihan yang diikuti mencakup pengolahan pangan, penerapan standar higienitas, hingga strategi pemasaran melalui media sosial.
Upaya peningkatan kualitas tersebut membawa Argotelo melangkah lebih jauh ke pasar internasional. Pada Oktober 2025, Argotelo mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, pameran perdagangan internasional terbesar di Indonesia, yang mempertemukan pelaku usaha nasional dengan pembeli dari berbagai negara.