Dari hasil laba tersebut, Danantara diproyeksikan akan menerima dividen sekitar Rp114 triliun pada tahun buku 2024.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan pentingnya pengelolaan dana investasi yang bertanggung jawab dan menghasilkan keuntungan.
Baca Juga:
PKS Sei Mangkei PTPN IV Regional I Penuhi Standar Kapasitas CPO dan Terapkan K3 Sesuai Ketentuan BUMN
Ia menekankan bahwa berbeda dengan investasi swasta, aset yang dikelola Danantara adalah milik institusi negara sehingga harus dikelola dengan penuh kehati-hatian.
“Karena di Danantara saya harus memastikan bahwa modal ini ada dan bertambah. Berbeda dengan di bisnis ventura atau bisnis private equity, ini bukan hanya uang saya tapi juga uang orang lain, uang institusi,” jelas Pandu.
Menurut Pandu, strategi investasi Danantara lebih difokuskan pada bisnis yang sudah matang dan terbukti memiliki kinerja baik.
Baca Juga:
LHKPN Tak Kenal Kewarganegaraan, KPK Tegas ke Direksi BUMN
Meski terbuka terhadap perusahaan rintisan (startup), Danantara akan tetap selektif dengan terlebih dahulu memastikan parameter risiko yang jelas.
“Saya belum memiliki parameter yang baik untuk risiko usaha yang berisiko,” tegasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.