Menurutnya, meningkatnya ketegangan geopolitik berpotensi memperbesar tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Diperkirakan Lukman, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih berada dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS.
Baca Juga:
Tangis Ayah Pecah di Hebron, Bayi Palestina Tewas Setelah Tentara Israel Lepaskan Tembakan
Sebelum menyentuh level Rp17.910 per dolar AS, rupiah sebenarnya dibuka di posisi Rp17.878 per dolar AS pada perdagangan pagi.
Posisi pembukaan tersebut telah menunjukkan pelemahan sebesar 39 poin atau sekitar 0,22 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah kini menjadi perhatian pasar karena berlangsung di tengah kombinasi tekanan eksternal berupa konflik geopolitik, penguatan dolar AS, serta kenaikan harga energi global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi berbagai negara.
Baca Juga:
Jangan Tergiur! OJK Sebut Nonton Drama China hingga Klik Iklan Jadi Modus Penipuan Baru
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.