“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam mendukung keandalan operasional fasilitas data center milik BDx Indonesia,” ujarnya saat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) di Kantor PLN Pusat, Selasa (02/06/2026).
Menurut Agus, kesiapan sistem ketenagalistrikan PLN menjadi faktor penting yang memberikan kepastian bagi perusahaan dalam menjalankan ekspansi dan pengembangan kapasitas pusat data di Indonesia.
Baca Juga:
Pemulihan Kelistrikan Sumatra Rampung, PLN Normalkan 176 Gardu Induk
Keandalan pasokan energi menjadi salah satu fondasi utama bagi operasional data center modern yang membutuhkan suplai listrik tanpa gangguan.
“Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun infrastruktur yang tangguh dan siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan hyperscaler dan beban kerja digital yang berdaulat,” tambah Agus.
Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan bahwa PLN siap mendukung percepatan pertumbuhan industri pusat data nasional yang diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga:
PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatra, Lebih dari 8,3 Juta Pelanggan Kembali Nikmati Listrik
Menurutnya, perkembangan teknologi AI dan digitalisasi berbagai sektor akan mendorong kebutuhan energi dalam jumlah besar dengan tingkat keandalan yang sangat tinggi.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto dalam sambutannya mengatakan, PLN terus berkomitmen mendukung pertumbuhan industri data center di Indonesia melalui ketersediaan pasokan listrik yang andal.
“Pertumbuhan industri data center di Indonesia, khususnya yang berbasis AI, membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar secara kapasitas, tetapi juga andal dan stabil. Kami memahami bahwa kepastian energi adalah jantung dari infrastruktur digital ini. Karena itu, PLN siap memastikan BDx Indonesia dapat berekspansi secara optimal,” ujar Adi.