WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) melalui anak usahanya, PT PLN Batam, terus menunjukkan komitmennya dalam menopang pertumbuhan industri digital nasional.
Salah satu langkah nyata diwujudkan lewat dukungan terhadap proyek pusat data global milik PT Digitalland Service One (DayOne) yang berlokasi di kawasan Kabil Industrial Estate, Batam.
Baca Juga:
Industri Digital dan Elektronik Nasional Siap Rebut Pasar Global
Dukungan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) berkapasitas 511 megavolt ampere (MVA), yang menjadi suplai listrik terbesar untuk data center di Indonesia hingga saat ini.
Penandatanganan tersebut berlangsung di Auditorium Balairung Sari, Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Kehadiran proyek berskala besar ini semakin menegaskan posisi Batam sebagai salah satu kawasan strategis dalam peta pengembangan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga:
Mendag Resmikan Bursa Kripto Indonesia
Kepala BP Batam yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menilai kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama dalam menarik minat investor global di sektor digital.
Ia menyoroti pentingnya sinergi antara ketersediaan lahan, keandalan pasokan energi, serta kepastian regulasi sebagai daya saing utama Batam.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam agenda penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) PT Digitalland Service One (DayOne) sebesar 511 megavolt ampere (MVA) di Auditorium Balairung Sari, BP Batam, menyampaikan bahwa integrasi ketersediaan lahan, keandalan energi, serta kepastian hukum menjadi faktor kunci dalam menarik investasi digital global sehingga menjadikan Batam sebagai kawasan strategis yang kompetitif di tingkat regional.