Ia menilai kolaborasi dengan PLN tidak hanya memastikan kebutuhan energi terpenuhi, tetapi juga berperan penting dalam mendorong pengembangan ekosistem data center di Tanah Air.
“Kami percaya PLN mampu menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ujar Leo.
Baca Juga:
PLN Percepat Proyek PSEL, Dorong Kolaborasi Pemda dan Investor di Tiga Wilayah
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelesaian proyek ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.
Menurutnya, kehadiran infrastruktur kelistrikan yang andal menjadi prasyarat utama bagi pengembangan pusat data berstandar internasional.
Proses uji fungsi dan kontrol peralatan Gardu Induk 150 kilovolt (kV) Margakarya melalui Relay Control Panel (RCP) oleh petugas PLN.
Baca Juga:
Dukung Industri Digital, PLN Batam Teken PJBTL 511 MVA untuk Proyek Data Center Raksasa
“PLN memandang pengembangan ekosistem data center sebagai salah satu pilar penting dalam transformasi ekonomi nasional. Oleh karena itu, kami menyiapkan infrastruktur ketenagalistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan industri digital yang terus berkembang,” ujar Suroso.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Kishartanto Purnomo Putro, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan listrik nasional merupakan tanggung jawab PLN di seluruh sektor, termasuk industri digital yang terus tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir.
“Keandalan listrik 24 jam bukan sekadar kebutuhan, tapi fondasi utama operasional data center berkelas dunia. PLN siap menghadirkan pasokan listrik yang stabil, aman, dan berkelanjutan untuk mendukung aktivitas digital tanpa henti,” ujar Kishartanto.