Secara terpisah, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pengoperasian SUTT dan gardu induk tersebut selaras dengan komitmen PLN dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mewujudkan swasembada energi nasional dan memperkuat ketahanan energi.
“Infrastruktur ini memperkuat ketahanan energi nasional karena mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar fosil,” kata Darmawan.
Baca Juga:
Tren Kendaraan Listrik Meningkat, Transaksi SPKLU Tembus 300 Ribu Selama RAFI 2026
Menurutnya, pembangunan infrastruktur transmisi dan gardu induk menjadi bagian dari strategi jangka panjang PLN untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang efisien, ramah lingkungan, dan mampu menjawab kebutuhan energi masyarakat yang terus meningkat.
“PLN berkomitmen menghadirkan sistem kelistrikan yang andal dan efisien sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional,” sambungnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIP Sumatera Bagian Utara, Dewanto, menjelaskan bahwa SUTT 150 kV Blangpidie–Tapak Tuan dibangun sepanjang 115 kilometer sirkuit (kms) dengan total 166 menara transmisi.
Baca Juga:
Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tetap
Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas penyaluran daya sekaligus menjaga kualitas tegangan di wilayah interkoneksi.
Infrastruktur tersebut berfungsi sebagai penghubung sistem kelistrikan regional dari Blangpidie di Kabupaten Aceh Barat Daya hingga Samadua di Kabupaten Aceh Selatan.
Dengan adanya interkoneksi ini, kontinuitas pasokan listrik menjadi lebih terjamin dan potensi gangguan dapat diminimalkan.