WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kepanikan menghantam pasar minyak global saat pasokan menipis tajam, membuat pelaku industri berlomba mengamankan minyak mentah yang siap kirim dalam waktu dekat.
Di kawasan Laut Utara, yang menjadi pusat pasar fisik minyak mentah dunia, tekanan terlihat nyata ketika dalam sepekan sekitar 40 penawaran pembelian kargo muncul namun hanya empat yang direspons penjual, Minggu (12/4/2026).
Baca Juga:
Rekayasa Teknik Terbesar Dunia, Arab Saudi Bangun Danau Raksasa di Tengah Gurun
Harga kargo untuk pengiriman beberapa pekan ke depan melonjak hingga menembus lebih dari 140 dollar AS per barel, mencerminkan kelangkaan pasokan yang semakin akut.
Fenomena serupa terjadi di berbagai kawasan lain, dengan kilang minyak berburu pasokan hingga ke sumber-sumber yang sebelumnya tidak lazim.
Kondisi ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa kekurangan pasokan minyak mentah global akan semakin terasa dalam beberapa pekan mendatang.
Baca Juga:
Terkait Kasus Minyak Goreng, Kejagung Geledah Gedung Ombudsman
Gangguan distribusi dari Timur Tengah menciptakan celah besar dalam rantai pasok energi global yang sulit ditutup dalam waktu singkat.
Lonjakan harga tersebut juga mengindikasikan kemungkinan kilang-kilang di Eropa akan mengikuti langkah Asia dengan menurunkan tingkat produksi.
Langkah pengurangan produksi ini memang dapat membantu menyeimbangkan pasar minyak mentah, namun berisiko memperparah kelangkaan produk turunan seperti solar dan bahan bakar jet.