"When you talk about artificial intelligence and all the opportunities that will come, ada satu yang sebenarnya menjadi backlog mereka, which is energy. Energy is AI. AI itu membutuhkan energi," ujarnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa Indonesia memiliki keunggulan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung ekosistem AI dan infrastruktur digital secara berkelanjutan.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Dorong Investor Lokal Lebih Banyak Terlibat Investasi Proyek Listrik Sampah Danantara
"Sumber energi yang murah dan juga access to clean water. Salah satu negara yang paling kaya di sini. So how can we utilize penggunaan energi atau kemampuan energi kita untuk bisa mendapatkan sumber dari sisi AI, which is digital infrastructure. Itulah opportunity yang menurut saya sangat menarik," sambung Pandu.
Tak hanya fokus pada kajian sektor strategis, dalam sepekan terakhir Danantara juga mencatat dua kerja sama investasi baru sebagai bagian dari ekspansi portofolio.
Pertama, Danantara menggandeng SMBC Aviation Capital untuk membentuk platform investasi aviation leasing bernama Mandiri Aviation Leasing Fund guna memperkuat kapasitas pembiayaan sektor penerbangan.
Baca Juga:
Prabowo: Danantara Punya Peran Strategis Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional
"Satu dengan SMBC, merupakan perusahaan terbesar untuk aircraft leasing di dunia. Ini jadi pertama untuk kita lakukan, untuk kita bisa tambah pintar mengenai aviation," ujarnya.
Kedua, Danantara menjalin kesepakatan dengan Qatar Investment Authority untuk mengembangkan investasi di sektor pariwisata melalui pembangunan fasilitas wisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
"Ini pertama kali Qatar perang, tetap siap berinvestasi di Indonesia masuk ke Labuan Bajo," kata Pandu.