WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara mulai mengerek harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nya. Hal tersebut tak terlepas dari konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran-Israel dan Amerika Serikat.
Sebagai contoh seperti Singapura, rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Singapura mencapai US$2,545 per liter atau Rp43.308 per liter (kurs Rp17.017/US$). Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$2,978 per liter atau Rp50.676 per liter.
Baca Juga:
Harga BBM Tak Naik, Purbaya Beberkan Strategi Tahan Guncangan Minyak Dunia
Berbeda dengan negara-negara di Asia Tenggara, pemerintah Indonesia justru memutuskan untuk menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri, tak hanya berlaku bagi BBM bersubsidi melainkan juga BBM non subsidi.
Ambil contoh produk BBM di SPBU Pertamina, di mana harga BBM jenis RON 92 atau Pertamax pada 1 April tetap sebesar Rp12.300 per liter. Kemudian Pertamax Green atau RON 95 tetap Rp12.900 per liter.
Tak terkecuali juga dengan Pertamax Turbo tetap Rp13.100 per liter. Lalu Dexlite tetap Rp14.200 per liter. Dan Pertamina Dex tetap Rp14.500 per liter.
Baca Juga:
Tekanan APBN Menggila, DPR Minta Pemerintah Ambil Langkah Berani Soal BBM
Adapun untuk BBM subsidi Pertamina seperti RON 90 atau Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Begitu juga dengan Solar Subsidi masih sama yakni Rp6.800 per liter.
Lantas jika dibandingkan dengan harga BBM di negara-negara Asia Tenggara, kira-kira mana yang lebih murah? berikut data harga BBM di Asia Tenggara per 30 Maret 2026:
1. Malaysia