WAHANANEWS.CO, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka tabir struktur kepemilikan emiten di Tanah Air, mengungkap daftar perusahaan dengan konsentrasi saham super tinggi yang berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan di pasar modal.
Diumumkan BEI bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), daftar tersebut dirilis usai penutupan perdagangan pada Kamis (2/4/2026) berdasarkan data kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan nonwarkat per 31 Maret 2026.
Baca Juga:
Launching Galeri Investasi Digital BEI, Bupati Ngada: Jadikan STIPER FB Pusat Literasi dan Inkubasi Investor Baru
"Disampaikan bahwa penentuan status kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi didasarkan pada struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan nonwarkat per 31 Maret 2026," demikian keterangan resmi BEI.
Hingga Sabtu (4/4/2026) pukul 15.50 WIB, tercatat sembilan emiten masuk dalam kategori high shareholding concentration atau kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada segelintir pihak.
Posisi teratas ditempati PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), dengan penguasaan saham oleh sejumlah entitas tertentu mencapai 99,85 persen secara agregat.
Baca Juga:
BPKN RI Soroti Praktik “Goreng Saham”, Sebut Ancaman Serius bagi Kepercayaan Pasar Modal
"Dengan porsi kepemilikan mencapai 99,85 persen, ROCK menjadi emiten dengan konsentrasi tertinggi dalam daftar tersebut," ungkap BEI.
Di posisi berikutnya, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) mencatatkan konsentrasi kepemilikan sebesar 99,77 persen, disusul PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) dengan angka 98,35 persen.
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) juga masuk dalam daftar dengan tingkat konsentrasi sebesar 97,75 persen, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tercatat di angka 97,31 persen.