WAHANANEWS.CO, Jakarta - Penegasan pemerintah bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mengalami kenaikan di tengah konflik Timur Tengah dinilai membawa efek menenangkan bagi masyarakat.
Rabu (01/04/2026) -- Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyampaikan bahwa kepastian tersebut memberikan dampak psikologis positif sekaligus meredam keresahan publik akibat rumor yang sempat beredar luas.
Baca Juga:
Pemerintah Resmikan Biodiesel B50, Indonesia Tak Lagi Impor Solar dan Hemat Devisa Rp170 Triliun
“Dampak psikologis dari keputusan pemerintah untuk mempertahankan harga BBM secara keseluruhan sangat positif,” ucap Eddy.
Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut juga berhasil menepis berbagai isu yang berkembang di media sosial yang sebelumnya memicu kepanikan masyarakat.
“Keputusan ini menihilkan berbagai rumor yang beredar di media sosial beberapa hari ini yang meresahkan masyarakat, sehingga di sejumlah SPBU terjadi antrean untuk mengisi BBM,” katanya.
Baca Juga:
670 Liter Pertalite Disita! Modus Licik "Sedot Tangki" dan Akali QR MyPertamina Terbongkar di Ngada
Eddy menilai Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan upaya konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global, khususnya fluktuasi harga minyak mentah.
Menurutnya, langkah tersebut berhasil menjaga daya beli masyarakat agar tidak tergerus oleh gejolak harga energi dunia.
Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah untuk tetap siaga dalam menjaga pasokan BBM nasional, mengingat kondisi global yang tidak menentu.