WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komponen harga bergejolak mengalami deflasi 0,88% dengan andil 0,15% pada April 2026. Komponen ini mengalami deflasi di tengah inflasi yang terjadi pada indeks harga konsumen (IHK) pada April 2026.
Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS mengatakan komoditas dominan memberikan deflasi adalah daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, cabai merah.
Baca Juga:
BPS RI: Penduduk Miskin di Provinsi Papua Barat Daya Capai 103 Ribu Jiwa
"Selain kelompok tersebut, kelompok peraltan pribadi dan jasa lainnya juga meredam inflasi april. Deflasi kelompok ini terdalam sejak 2020 yang lalu. Andil deflasi yakni emas dan perhiasan," kata Ateng, dalam konferensi pers BPS, Senin (4/5/2026).
Pada April 2026, BPS mencatat emas perhiasan mengalami deflasi 3,76% dengan andil 0,09%. Andil inilebih dalam jika dibandingkan Maret 2026.
"Sebelumnya emas mengalami inflasi 30 bulan beruntun sejak September 2023," kata Ateng.
Baca Juga:
Pemkab Pasaman Barat Evaluasi Statistik Sektoral 2026 Perkuat Implementasi Satu Data Indonesia
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.