WAHANANEWS.CO, Jakarta - Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja positif di sektor pangan, terutama pada komoditas jagung yang menunjukkan penguatan signifikan.
Berdasarkan pembaruan data Badan Pusat Statistik (BPS) per hari ini, total produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang 2025 mencapai 16,11 juta ton.
Baca Juga:
Mendag Budi Santoso: Konsumsi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional Indonesia Saat Ini
Angka ini menjadi cerminan keberhasilan peningkatan produktivitas jagung nasional yang semakin stabil dan berkelanjutan.
Dari sisi permintaan, konsumsi Jagung Pipilan Kering (JPK) berkadar air 14 persen selama 2025 tercatat sekitar 15,64 juta ton.
Dengan tingkat produksi yang melampaui kebutuhan nasional tersebut, Indonesia membukukan surplus sekitar 0,47 juta ton.
Baca Juga:
Bapperida Sumedang Gelar Rapat Koordinasi Efektivitas Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
Kondisi ini menegaskan bahwa pasokan jagung domestik berada dalam posisi aman dan mampu menopang kebutuhan nasional tanpa tekanan berarti.
Surplus produksi jagung tersebut turut memperkuat cadangan nasional di akhir tahun.
Mengacu pada proyeksi Neraca Pangan Nasional yang disusun Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama kementerian dan lembaga terkait, stok carry over jagung dari 2025 ke 2026 diperkirakan mencapai 4,5 juta ton.