WAHANANEWS.CO, Jakarta - Rest area bukan lagi sekadar tempat melepas lelah, karena di Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat), pengguna jalan kini bisa beristirahat sekaligus menyelami kekayaan budaya Sumatera Utara.
PT Hutama Karya (Persero) melalui anak usahanya, PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), kembali menorehkan prestasi dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan dengan meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Baca Juga:
Laba Bersih Hutama Karya Tumbuh 11,6% di 2025, Berkat Efisiensi
Hamawas selaku pengelola Jalan Tol Kutepat meraih penghargaan MURI sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen Hutama Karya melalui Hamawas dalam menghadirkan inovasi pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada kenyamanan dan kebutuhan pengguna jalan, tetapi juga mendukung pelestarian budaya di Sumatera Utara.
Plt Executive Vice President Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Hamdani mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap kerja keras dan komitmen perusahaan bersama Hamawas dalam menghadirkan inovasi Galeri Budaya di Rest Area KM 99.
Baca Juga:
Aset Tembus Rp189 Triliun, Hutama Karya Bertahan 3 Tahun di Fortune Southeast Asia 500
"Kami sangat berterima kasih kepada MURI yang telah memberikan penghargaan ini sehingga Hutama Karya mendapatkan pengakuan atas hasil kinerja selama ini," ujar Hamdani dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Hamdani, pencapaian tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kerja sama berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan Galeri Budaya.
"Kami yakin pencapaian ini terjadi karena adanya sinergi dan kerja sama antar semua pihak," katanya.
Penghargaan MURI tersebut diterima Hamdani dalam acara yang berlangsung di Gedung Jaya Suprana, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Direktur Utama Hamawas Dindin Solakhuddin mengatakan Sumatera memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat.
Berangkat dari kekayaan tersebut, Hamawas menghadirkan Galeri Budaya di TIP KM 99 sebagai ruang yang bukan hanya memberikan kenyamanan kepada pengguna jalan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenal dan mengapresiasi kebudayaan Sumatera.
"Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya yang luar biasa," ujar Dindin.
Dindin menjelaskan gagasan menghadirkan Galeri Budaya berangkat dari keinginan menjadikan tempat istirahat memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar lokasi persinggahan pengguna jalan tol.
"Dari situlah Galeri Budaya ini kami hadirkan," katanya.
Menurut Dindin, TIP KM 99 dirancang agar pengguna jalan dapat memperoleh pengalaman berbeda ketika berhenti dalam perjalanan dengan mengenal berbagai kekayaan suku dan budaya Sumatera.
"Kami ingin Tempat Istirahat dan Pelayanan di KM 99 tidak hanya menjadi ruang bagi pengguna jalan untuk berhenti dan beristirahat, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal, menikmati, dan membawa pulang cerita tentang kekayaan suku dan budaya Sumatera," ujar Dindin.
Dalam menghadirkan Galeri Budaya tersebut, Hamawas berkolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari komunitas, tokoh masyarakat, budayawan, hingga pegiat sosial di Sumatera Utara.
Kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya Hamawas menghadirkan konsep pelayanan yang lebih bermakna dengan mengintegrasikan unsur budaya dan kearifan lokal ke dalam pengalaman perjalanan pengguna jalan tol.
Dindin berharap konsep tersebut membuat pengguna jalan memperoleh pengalaman yang lebih luas saat beristirahat di TIP KM 99 dan tidak sekadar berhenti untuk memulihkan kondisi selama perjalanan.
"Kami berharap melalui kolaborasi ini, pengguna jalan yang singgah tidak hanya mendapatkan waktu untuk beristirahat, tetapi juga dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya yang ada di Sumatera," ujar Dindin.
Pengalaman mengenal budaya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan yang berkesan bagi setiap pengunjung Galeri Budaya.
"Mereka juga dapat menikmati berbagai cerita di dalamnya dan membawa pengalaman tersebut sebagai bagian dari perjalanan mereka," tambahnya.
Galeri Budaya yang berada di Rest Area KM 99 dirancang sebagai ruang interaksi untuk memperkenalkan beragam unsur kebudayaan lokal kepada masyarakat dan pengguna jalan tol.
Keberadaan galeri tidak hanya diarahkan pada aspek pelestarian budaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Hamawas mendukung pemberdayaan masyarakat serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Masyarakat Tulus Abadi mengatakan keberadaan Galeri Budaya di Rest Area KM 99 dapat menjadi contoh bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya dalam menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Menurut Tulus, inovasi tersebut mampu memberikan kenyamanan sekaligus pengalaman yang lebih bermakna bagi masyarakat yang menggunakan jalan tol.
"Kami sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Hutama Karya melalui anak usahanya, Hamawas, yang terus berinovasi dalam menghadirkan layanan bagi pengguna jalan," ujar Tulus dalam kegiatan penganugerahan Rekor MURI.
Tulus menilai pengintegrasian budaya ke dalam sebuah rest area menciptakan karakter tersendiri sekaligus memberikan nilai tambah bagi fasilitas pelayanan pengguna jalan.
"Sentuhan budaya yang dihadirkan melalui Galeri Budaya ini menjadi sebuah ciri khas yang kreatif dan memberikan nilai tambah bagi Rest Area KM 99," katanya.
Menurut Tulus, inovasi tersebut berpotensi direplikasi pengelola jalan tol lainnya dengan menyesuaikan kekayaan budaya serta karakter daerah masing-masing.
"Inovasi seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi BUJT lainnya untuk menghadirkan konsep serupa yang mengangkat potensi dan kearifan lokal di masing-masing daerah," ujar Tulus.
Melalui Galeri Singgah Daya, pengunjung Rest Area KM 99 dapat mengenal lebih dekat keberagaman suku dan budaya yang terdapat di Sumatera Utara.
Area panel infografis di dalam galeri menyajikan berbagai informasi mengenai suku dan budaya, artefak, alat musik tradisional, hingga rumah adat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Sumatera Utara.
Galeri tersebut juga memiliki area Main Exhibition yang menghadirkan cerita rakyat dari Kabupaten Batu Bara agar pengunjung dapat mengenal lebih dekat kisah dan nilai budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain ruang pameran, Galeri Budaya dilengkapi zona Media Interaktif yang memungkinkan pengunjung terlibat langsung dalam berbagai aktivitas dan permainan edukatif.
Sejumlah permainan yang tersedia antara lain permainan memanah dan Magnifier Finding Kamaruddin yang dirancang untuk memberikan pengalaman interaktif kepada pengunjung.
Melalui konsep tersebut, Galeri Budaya diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal sekaligus mengapresiasi keberagaman budaya Sumatera Utara.
Keberadaan galeri sekaligus menjadi langkah nyata dalam menjaga dan memperkenalkan kearifan lokal agar tetap relevan serta dapat dinikmati masyarakat lintas generasi.
Galeri Budaya juga dikembangkan menjadi ikon dan brand image Rest Area KM 99 dengan menghadirkan identitas kuat yang membedakannya dari tempat istirahat dan pelayanan lainnya.
Konsep budaya yang melekat pada fasilitas tersebut diharapkan menjadikan TIP KM 99 sebagai salah satu rest area paling berkarakter di Sumatera sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang tidak berhenti ketika pengguna jalan meninggalkan jalan tol.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]