WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) mempercepat penanganan dan pemulihan sistem kelistrikan di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026).
Untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan terkoordinasi, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo turun langsung ke lokasi terdampak.
Baca Juga:
Kejar Transisi Energi, PLN Percepat Pengembangan 9,2 GW PLTA dan PLTM
Kehadiran pimpinan PLN di lapangan dilakukan untuk memantau kondisi infrastruktur kelistrikan sekaligus memastikan seluruh upaya pemulihan berjalan sesuai prioritas keselamatan.
Sesaat setelah gempa terjadi, PLN langsung mengaktifkan langkah tanggap darurat dengan mengerahkan personel, peralatan, dan sumber daya yang tersedia.
Pengamanan dilakukan terhadap infrastruktur kelistrikan yang terdampak, kemudian dilanjutkan dengan pemulihan pasokan listrik secara bertahap.
Baca Juga:
Adopsi Kendaraan Listrik Meningkat, Pengguna Home Charging PLN Naik 9 Persen pada Semester I 2026
Dalam proses tersebut, PLN tetap menempatkan keselamatan masyarakat dan petugas sebagai prioritas utama, mengingat kondisi di sejumlah wilayah masih menghadapi dampak gempa dan potensi gempa susulan.
Upaya tersebut membuahkan hasil relatif cepat. Kurang dari 12 jam setelah gempa, sebanyak 11 Gardu Induk (GI) yang sebelumnya terdampak berhasil dipulihkan dan telah kembali beroperasi 100 persen.
Pulihnya seluruh Gardu Induk menjadi bagian penting dalam mengembalikan keandalan sistem kelistrikan di Flores.