WAHANANEWS.CO, Jakarta - IHSG membuka Agustus dengan peluang melanjutkan penguatan setelah berhasil memutus tren negatif selama enam bulan berturut-turut, dengan Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks berpotensi menguji area 6.300 hingga 6.380 pada pekan ini.
Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dengan resistance di level 6.400, pivot 6.300, dan support 6.180.
Baca Juga:
Dari Sell Indonesia ke Sell Singapore, Ini Makna di Balik Istilah yang Bikin Warganet Panas
Optimisme tersebut muncul setelah IHSG berhasil mengakhiri tren pelemahan bulanan yang berlangsung selama enam bulan berturut-turut hingga akhirnya kembali mencatatkan penguatan pada Juli 2026.
Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan lima saham yang dinilai memiliki peluang menarik pada pekan ini, yakni ASII, AMMN, PGAS, NCKL, dan INTP.
Pergerakan IHSG pada awal Agustus diperkirakan turut dipengaruhi perkembangan pasar global, terutama dari bursa Amerika Serikat dan dinamika harga komoditas.
Baca Juga:
IHSG Terkapar, Investor Asing Lepas Saham Rp23 Triliun
Indeks utama di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (31/7/2026), salah satunya didorong kenaikan saham Amazon.
Penguatan Wall Street terjadi meskipun yield US Treasury tenor 30 tahun meningkat hingga mencapai 5,25 persen yang merupakan level tertinggi sejak 2007.
Yield US Treasury tenor 10 tahun juga naik ke level 4,7 persen atau menjadi posisi tertinggi sejak Januari 2025.
Selain pasar obligasi Amerika Serikat, investor juga menghadapi pergerakan harga minyak dunia yang mengalami kenaikan signifikan.
Harga minyak Brent ditutup menguat 1,2 persen hingga mendekati US$88 per barel pada perdagangan Jumat (31/7/2026).
Kenaikan tersebut membuat harga Brent membukukan lonjakan hampir 24 persen sepanjang Juli 2026.
Phintraco Sekuritas menyebut kenaikan bulanan tersebut menjadi yang tertinggi sejak Maret dengan eskalasi geopolitik dan meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan minyak global sebagai faktor pendorong.
Investor pada pekan ini diperkirakan mencermati perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran karena berpotensi memengaruhi volatilitas harga minyak mentah.
Gejolak harga energi juga menjadi perhatian karena dapat memberikan tekanan terhadap prospek inflasi global.
Selain faktor geopolitik, pergerakan pasar saham global akan dipengaruhi volatilitas saham-saham yang berkaitan dengan Artificial Intelligence (AI).
Perhatian pelaku pasar antara lain tertuju pada rilis kinerja keuangan SpaceX dan AMD yang dijadwalkan berlangsung pada pekan ini.
Data perekonomian Amerika Serikat juga menjadi salah satu faktor eksternal yang akan diperhatikan investor dalam menentukan arah investasi.
Data tenaga kerja nonfarm payrolls Amerika Serikat diperkirakan menunjukkan penambahan 91 ribu tenaga kerja pada Juli 2026.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penambahan tenaga kerja sebanyak 57 ribu pada Juni 2026.
Pada saat bersamaan, tingkat pengangguran Amerika Serikat diperkirakan meningkat menjadi 4,3 persen dari sebelumnya 4,2 persen.
Data ketenagakerjaan tersebut dijadwalkan menjadi perhatian pasar pada Jumat (7/8/2026) karena berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve.
"Jika data nonfarm payrolls lebih tinggi dari estimasi dapat meningkatkan ekspektasi bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang," papar Phintraco Sekuritas.
Ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati karena dapat memengaruhi arus modal di pasar keuangan global, termasuk pasar saham Indonesia.
Dari dalam negeri, sentimen terhadap IHSG juga akan dipengaruhi sederet data ekonomi penting yang dijadwalkan dirilis sepanjang pekan pertama Agustus.
Indeks Manufacturing Purchasing Managers' Index (PMI), neraca perdagangan, dan data inflasi menjadi sejumlah indikator ekonomi yang dirilis pada Senin (3/8/2026).
Investor selanjutnya akan mencermati data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Kuartal II-2026 yang dijadwalkan dirilis pada Rabu (5/8/2026).
Data cadangan devisa serta indeks harga properti kemudian dijadwalkan dirilis pada Jumat (7/8/2026).
Rangkaian data tersebut berpotensi memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi fundamental perekonomian Indonesia sekaligus menjadi katalis bagi pergerakan pasar saham.
Phintraco Sekuritas juga menilai penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai Sabtu (1/8/2026) berpotensi menjadi tambahan sentimen positif bagi pasar.
Penurunan harga BBM nonsubsidi dapat memberikan pengaruh terhadap ekspektasi inflasi dan daya beli masyarakat yang turut menjadi perhatian investor.
"Secara teknikal, IHSG pekan ini diperkirakan melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.300-6.380," jelas Phintraco Sekuritas.
Proyeksi tersebut menempatkan level 6.300 sebagai area penting yang perlu diperhatikan investor untuk melihat keberlanjutan momentum penguatan IHSG.
Phintraco Sekuritas memperkirakan resistance IHSG pada pekan ini berada di level 6.400 dengan pivot 6.300 dan support pada 6.180.
Di tengah peluang berlanjutnya penguatan indeks, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan geopolitik, harga minyak, yield obligasi Amerika Serikat, serta arah kebijakan suku bunga The Fed.
Pergerakan pasar domestik juga akan sangat dipengaruhi respons investor terhadap rangkaian data ekonomi Indonesia yang dirilis sepanjang pekan ini.
Phintraco Sekuritas pada akhirnya merekomendasikan lima saham yang dinilai memiliki peluang menarik untuk dicermati investor, yaitu ASII, AMMN, PGAS, NCKL, dan INTP.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]