WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai, inflasi Indonesia pada Juni 2026 terutama dipengaruhi kenaikan harga komoditas yang bersifat fluktuatif, khususnya harga bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah komoditas pangan.
Maka dari itu, ia memperkirakan tekanan inflasi akan mereda.
Baca Juga:
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Peluncuran BBM Biodiesel 50% B50 Awal Juli 20026
“Tapi kan sama ada cabai, dan lain-lain gitu kan, barang-barang itu. Itu kan (komoditas) musiman. Saya harapkan sih nanti setelah harga minyak ini kan udah turun, harga pertamax saya yakin akan turun pelan-pelan itu sesuai dengan harga minyak dunia. Jadi itu tekanan ke inflasi akan segera berkurang,” kata Purbaya, di Jakarta, Rabu (1/6/2026).
Purbaya menilai, laju inflasi saat ini belum mencerminkan adanya peningkatan permintaan masyarakat yang berlebihan. Hal itu tercermin dari inflasi inti yang masih berada pada level yang relatif terkendali.
“Basically gitu, kita liat core inflation-nya 2,76 persen. Core inflation-nya kan masih relatif terkendali,” ujarnya pula.
Baca Juga:
Soal Harga Pertamax Pekan Depan, Bahlil: Kita Lihat Aja Nanti
“Jadi itu karena harga yang fluktuatif saja, minyak, BBM, dan tadi harga pangan. Itu harusnya akan hilang dalam waktu beberapa bulan ke depan, karena core-nya masih stabil. Jadi kenaikannya bukan karena demand yang terlalu cepat,” kata Purbaya.
Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi tercatat sebesar 0,44 persen.
Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan inflasi sebesar 2,29 persen dan memberikan andil 0,28 persen terhadap inflasi nasional.