Pakistan merupakan pengimpor minyak sawit Indonesia terbesar ketiga setelah India dan China, dengan nilai impor mencapai sekitar US$2,77 miliar pada 2024. Dyah Roro menegaskan bahwa kebijakan domestik Indonesia, termasuk program biodiesel B30 yang direncanakan meningkat menjadi B50 pada 2026, tidak akan mengganggu pasokan ekspor sawit ke Pakistan.
Indonesia juga menyambut undangan Pakistan agar menjadi tamu kehormatan dan pembicara utama pada pembukaan Pakistan Edible Oil Conference yang akan digelar di Karachi pada 10 Januari 2026.
Baca Juga:
RI Dorong Perdagangan dan Investasi dengan Maroko, Bidik Aktivasi Kembali Perundingan PTA
“Forum ini menjadi platform penting untuk menyampaikan pesan berbasis fakta mengenai keberlanjutan dan daya saing minyak sawit Indonesia,” kata Dyah Roro.
[Redaktur: Alpredo]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.