WahanaNews.co, Suzhou - Indonesia menekankan pentingnya dukungan dan kolaborasi negara-negara anggota Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dalam menjaga stabilitas kawasan di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Penegasan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI, Johni Martha, saat menghadiri Dialog antara RCEP dan CPTPP di Suzhou, Tiongkok, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga:
Korea Utara Lakukan Uji Coba Rudal Jelajah Strategis Laut-ke-Permukaan di Laut Kuning
Dialog tersebut berlangsung paralel dengan Pertemuan Menteri Perdagangan APEC (APEC Ministers Responsible for Trade/MRT) yang digelar pada 22–23 Mei 2026.
Menurut Johni, sinergi antaranggota kedua kerja sama ekonomi kawasan itu penting untuk menghadapi ketegangan geopolitik global, termasuk berbagai disrupsi pada sektor logistik dan rantai pasok dunia.
“Indonesia mengajak anggota RCEP dan CPTPP untuk terus mendorong upaya bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global. Dalam hal ini, termasuk menjaga stabilitas ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian perdagangan internasional,” ujar Johni dalam forum dialog tersebut.
Baca Juga:
Menlu AS Marco Rubio dan Menlu China Wang Yi Gelar Pembicaraan Telepon
Dalam pertemuan itu, para peserta bertukar pandangan mengenai perkembangan ekonomi dan perdagangan kawasan Asia Pasifik. Diskusi juga membahas pentingnya menjaga lingkungan perdagangan yang kondusif guna mendukung kelancaran investasi, rantai pasok, dan aktivitas usaha lintas negara.
Johni menegaskan, Indonesia tetap mendukung sistem perdagangan multilateral yang terbuka, inklusif, nondiskriminatif, serta berbasis aturan. Ia menilai masih terdapat peluang besar untuk memperkuat kerja sama ekonomi di kawasan Asia Pasifik.
Upaya tersebut, lanjut dia, dapat dilakukan melalui peningkatan akses pasar, fasilitasi perdagangan, penguatan rantai pasok regional, hingga pengembangan kerja sama di sektor ekonomi digital dan ekonomi hijau.
Sebagai Co-Chair RCEP, Indonesia juga memandang RCEP telah menunjukkan peran strategisnya sebagai platform kerja sama ekonomi kawasan yang adaptif dan berorientasi ke depan.
“RCEP telah menunjukkan perannya dalam kerja sama yang strategis dan berorientasi ke depan. Untuk itu, implementasi RCEP perlu terus diperkuat dengan tetap menjaga sifatnya yang terbuka dan inklusif,” kata Johni.
Terkait peran Indonesia di kawasan Asia Pasifik, Johni menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat keterlibatan dalam berbagai kerja sama ekonomi regional. Hal tersebut tercermin dari partisipasi aktif Indonesia dalam implementasi RCEP dan proses aksesi Indonesia ke CPTPP yang telah dimulai sejak 2024.
Saat ini, Indonesia masih melanjutkan pembahasan dengan negara-negara anggota CPTPP. Sejumlah anggota CPTPP juga telah menyampaikan dukungan terhadap pembentukan Accession Working Group bagi Indonesia sebagai bagian dari proses aksesi tersebut.
[Redaktur: Jupriadi]