WahanaNews.co, Taipei - Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei terus memperkuat promosi budaya dan pariwisata Indonesia di Taiwan melalui program “KDEI Taipei Goes to Campus 2026”. Program tersebut menyasar generasi muda di lingkungan akademik sebagai upaya memperluas pemahaman masyarakat Taiwan terhadap Indonesia.
Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari promosi terpadu yang menampilkan kekayaan budaya, potensi pariwisata, hingga peluang kerja sama antara Indonesia dan Taiwan.
Baca Juga:
Pangdam XX/TIB Tegaskan TMMD Jadi Motor Pembangunan Desa Saat Tutup TMMD Ke-128 di Sarolangun
“Melalui program KDEI Taipei Goes to Campus 2026, KDEI Taipei ingin masyarakat Taiwan, khususnya generasi muda, dapat melihat lebih lengkap keanekaragaman budaya dan keindahan wisata Indonesia. Kami harap, upaya ini membuat lebih banyak masyarakat Taiwan tertarik dengan Indonesia dan berencana untuk mengunjungi Indonesia di kemudian hari,” ujar Arif dalam keterangan tertulis.
Menurut Arif, promosi budaya dan wisata Indonesia di Taiwan berpotensi mendorong peningkatan jumlah wisatawan sekaligus memperluas pengenalan produk Indonesia.
Sepanjang 2025, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia tercatat mencapai 204.704 orang atau meningkat 11,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Taiwan juga konsisten berada di jajaran 20 besar negara asal wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.
Baca Juga:
Polda Jambi Musnahkan 20 Kilogram Sabu, 20 Ribu Butir Ekstasi dan Ribuan Cartridge Etomidate, Wujud Nyata Perang Melawan Narkoba
Ia menambahkan, promosi terpadu tersebut turut memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya, destinasi wisata kelas dunia, masyarakat yang ramah, serta memiliki peluang kerja sama luas di berbagai sektor. Selain itu, kegiatan ini juga dinilai dapat memperkuat citra positif Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan.
“Rangkaian kegiatan KDEI Taipei Goes To Campus 2026 konsisten memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, destinasi wisata unggulan, seni tradisional, kuliner khas Nusantara, serta potensi hubungan people-to-people antara masyarakat Indonesia dan Taiwan,” kata Arif.
Sepanjang semester pertama 2026, kegiatan promosi telah dilaksanakan di sejumlah institusi pendidikan di Taiwan. Salah satunya saat kunjungan ke National Taichung University of Science and Technology pada 6 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, KDEI Taipei memperkenalkan tradisi Nusantara, destinasi wisata unggulan, hingga perkembangan ekonomi kreatif Indonesia yang mendukung sektor pariwisata. Mayoritas peserta merupakan mahasiswa tingkat tiga dan empat.
Dari hasil interaksi selama kegiatan, KDEI Taipei menemukan masih banyak mahasiswa Taiwan yang memiliki pemahaman terbatas mengenai Indonesia, khususnya di bidang budaya dan pariwisata. Temuan itu menjadi dorongan untuk memperluas promosi Indonesia di lingkungan pendidikan Taiwan.
Selain itu, KDEI Taipei juga menerima kunjungan Stella Matutina Girls High School pada 8 Mei 2026. Kegiatan berlangsung interaktif dengan pengenalan budaya Indonesia, demonstrasi alat musik angklung, hingga sesi menari bersama lagu “Maumere”.
Para siswa juga diajak mencicipi makanan tradisional Indonesia dalam sesi snack-testing. Salah satu peserta, Dolores, mengaku tertarik dengan cita rasa kuliner Indonesia.
“Wajik ini sangat enak. Perpaduan rasa manis dari gula merah dan gurih santannya membuat rasanya unik dan menarik,” ujar Dolores.
KDEI Taipei turut berkolaborasi dengan Indonesian Student Association National Chengchi University dalam kegiatan “World Food 2026” pada 12–14 Mei 2026. Melalui kegiatan tersebut, berbagai makanan khas Indonesia diperkenalkan kepada komunitas internasional di Taiwan dan mendapat sambutan positif dari pengunjung.
Arif mengapresiasi antusiasme institusi pendidikan di Taiwan yang terus membuka ruang kolaborasi budaya bersama Indonesia. Menurut dia, promosi berbasis kampus dan sekolah menjadi sarana efektif untuk membangun pemahaman lintas budaya sekaligus mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Taiwan.
“Promosi budaya dan pariwisata melalui institusi pendidikan menjadi strategi efektif dalam menjangkau generasi muda internasional. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan persahabatan Indonesia dan Taiwan melalui interaksi antarmasyarakat,” pungkas Arif.
Program “KDEI Taipei Goes to Campus 2026” merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah digelar sepanjang 2025, dengan semangat memperkenalkan Indonesia kepada generasi muda Taiwan.
[Redaktur: Jupriadi]