WahanaNews.co, Surabaya - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengajak pelaku usaha di Jawa Timur untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026, pameran dagang internasional terbesar di Indonesia yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi TEI 2026 yang berlangsung di Surabaya, Kamis (2/7/2026). Sebelumnya, sosialisasi serupa telah digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (30/6/2026).
Baca Juga:
Mendag Budi Santoso Lantik Tiga Pejabat Eselon II, Tekankan Pentingnya Hadirkan Solusi bagi Bangsa
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan TEI 2026 menjadi momentum penting bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memperluas akses pasar ekspor melalui pertemuan langsung dengan buyer dari berbagai negara.
"TEI 2026 membuka peluang bagi para pelaku usaha dalam negeri untuk berkontak langsung dan memperluas jejaring dengan buyer internasional. TEI menjadi ajang strategis untuk meningkatkan ekspor produk Indonesia," ujar Puntodewi dalam keterangan terpisah.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag, Miftah Farid, menilai Jawa Timur memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor melalui keikutsertaan dalam TEI 2026.
Baca Juga:
Kemendag Pastikan Hak Konsumen Terlindungi di Tengah Gangguan Pasokan Listrik
Menurut dia, provinsi tersebut merupakan eksportir nonmigas terbesar kedua di Indonesia pada 2025 dengan sejumlah komoditas unggulan seperti logam, perhiasan, produk turunan kelapa sawit, dan oleochemical.
"Kami mengundang seluruh pelaku usaha di Jawa Timur untuk berpartisipasi pada TEI 2026. Mari tunjukkan kepada dunia bahwa produk-produk Jawa Timur mampu bersaing di pasar global," kata Miftah.
Mengusung tema "The Ultimate Hub for Global Sourcing", TEI 2026 akan menghadirkan lima zona produk, yaitu Food, Beverage and Agriculture Products; Manufactured Products; Industrial Estate; Fashion and Craft; serta Furniture and Home Decor.
Selain pameran produk ekspor, kegiatan ini juga akan diisi dengan business matching, business counseling, forum bisnis, hingga penandatanganan kesepakatan dagang yang diharapkan dapat mempertemukan eksportir nasional dengan pembeli dari berbagai negara.
Kemendag menargetkan TEI 2026 diikuti lebih dari 1.500 peserta pameran, dikunjungi sekitar 8.000 buyer internasional dan 30.000 pengunjung. Nilai transaksi yang ditargetkan mencapai 17,5 miliar dollar AS atau meningkat sekitar 6 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 16,5 miliar dollar AS.
Miftah optimistis penyelenggaraan TEI dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga kinerja ekspor nasional di tengah tantangan perdagangan global.
"Indonesia masih memiliki peluang besar di tengah dinamika perdagangan dunia. TEI 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mempertahankan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan ekspor," ujarnya.
Dalam kegiatan sosialisasi, sejumlah pelaku usaha membagikan pengalaman positif setelah mengikuti TEI pada tahun-tahun sebelumnya.
Pemilik PT Sari Bhuwana, Sri Astutik, mengaku telah mengikuti TEI sejak 2021 dan berhasil memperoleh buyer dari Malaysia, Hong Kong, Turki, Arab Saudi, hingga Mesir.
"TEI bukan hanya memberikan kesempatan mendapatkan buyer, tetapi juga membuka akses informasi mengenai pasar potensial dan memperluas relasi dengan pelaku UMKM lainnya. Kami ingin kembali berpartisipasi pada TEI 2026," kata Sri.
Hal senada disampaikan Marketing Manager CV Rumah Jeddiah, John Ricky Marsoedhi. Menurutnya, keikutsertaan dalam TEI membantu perusahaan memperluas jaringan pembeli, khususnya dari Arab Saudi dan Somalia.
"Saya berharap para pelaku usaha tidak ragu mengikuti TEI karena manfaatnya sangat besar bagi pengembangan pasar ekspor perusahaan Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Ali Choiril Umam dari PT Behaestex mengatakan masukan yang diperoleh dari buyer Timur Tengah selama mengikuti TEI menjadi dasar perusahaan dalam mengembangkan produk baru. Pada penyelenggaraan TEI 2026, Behaestex berencana memperkenalkan produk kain terbaru yang terinspirasi dari Longyi, kain tradisional khas Myanmar.
[Redaktur: Jupriadi]