WahanaNews.co, Semarang - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong pelaku usaha nasional memperluas pasar ekspor melalui ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026.
Upaya tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi TEI yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/6).
Baca Juga:
Kemendag Pastikan Hak Konsumen Terlindungi di Tengah Gangguan Pasokan Listrik
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan TEI tidak hanya menjadi sarana promosi produk unggulan Indonesia, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun jejaring bisnis internasional dan menciptakan transaksi dagang yang berkelanjutan.
"TEI tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan nasional, tetapi juga sarana membangun jejaring bisnis dan menghasilkan transaksi dagang yang berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, menuturkan bahwa TEI merupakan platform strategis yang mempertemukan eksportir maupun calon eksportir Indonesia dengan pembeli dari berbagai negara.
Baca Juga:
Kemendag Tetapkan HPE dan HR Emas Periode I Juli 2026, Turun 5,36 Persen
Menurut dia, kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan kontak dagang, kontrak dagang, hingga realisasi ekspor.
"Kami mengajak seluruh pelaku usaha dan pemangku kepentingan di Jawa Tengah untuk memanfaatkan TEI ke-41 semaksimal mungkin. Mari kita tunjukkan, produk Indonesia bukan hanya sekadar ada, tetapi unggul dan dicari oleh pasar global," kata Ari.
Ari menjelaskan, TEI ke-41 akan diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten. Pameran tersebut mengusung tema "The Ultimate Hub for Global Sourcing", yang mencerminkan komitmen Indonesia menjadi salah satu pusat perdagangan dunia melalui produk-produk nasional yang berkualitas, inovatif, dan memenuhi standar global.
Pada penyelenggaraan tahun ini, TEI akan menghadirkan lima zona produk, yakni Food, Beverage and Agriculture Products, Manufactured Products, Industrial Estate, Fashion & Craft, serta Furniture & Home Decor. Selain pameran produk, sejumlah agenda pendukung juga akan digelar, seperti business matching, business counseling, forum bisnis, hingga penandatanganan kesepakatan dagang.
Kemendag menargetkan lebih dari 1.500 peserta pameran berpartisipasi dalam TEI 2026. Pameran tersebut juga ditargetkan menarik sekitar 8.000 pembeli dari berbagai negara dan 30.000 pengunjung, dengan nilai transaksi mencapai 17,5 miliar dollar AS atau meningkat sekitar 6 persen dibanding target penyelenggaraan sebelumnya sebesar 16,5 miliar dollar AS.
Hingga akhir Juni 2026, sekitar 55 persen dari target peserta pameran telah mendaftarkan diri. Capaian tersebut dinilai menunjukkan tingginya antusiasme dunia usaha untuk memanfaatkan TEI sebagai sarana memperluas akses pasar ekspor, menjalin kemitraan internasional, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Optimisme terhadap penyelenggaraan TEI juga didukung oleh kinerja ekspor nasional yang terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, ekspor nonmigas Indonesia tercatat mencapai 269,84 miliar dollar AS. Sementara pada triwulan I 2026, ekspor nonmigas telah mencapai 87,74 miliar dollar AS dengan surplus neraca perdagangan sebesar 5,64 miliar dollar AS.
Indonesia juga berhasil mencatat surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut.
Dalam kesempatan tersebut, Ari menilai Jawa Tengah memiliki kontribusi penting terhadap ekspor nasional. Provinsi ini menempati peringkat ke-10 sebagai eksportir nonmigas terbesar di Indonesia dengan nilai ekspor mencapai 12,42 miliar dollar AS. Sejumlah produk unggulan, seperti alas kaki, tas, perangkat kabel pengapian, pengatur suhu udara (AC), serta furnitur kayu, telah berhasil menembus pasar internasional.
"Kemendag mendorong semakin banyak pelaku usaha Jawa Tengah memanfaatkan TEI sebagai pintu masuk memperluas pasar ekspor. Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan komunitas bisnis, saya yakin produk-produk lokal kita akan semakin mendominasi panggung dunia," ujar Ari.
[Redaktur: Jupriadi]