Selain faktor perdagangan, hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok yang telah memasuki usia 75 tahun serta keanggotaan Indonesia dalam BRICS juga dinilai membuka peluang baru bagi penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.
Puntodewi menambahkan, transformasi digital dan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dalam sektor perdagangan juga berpotensi meningkatkan efisiensi rantai pasok sekaligus memperluas integrasi perdagangan berbasis teknologi di kawasan.
Baca Juga:
Terungkap, Surat Bos Travel Haji ke Yaqut Jadi Awal Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar
“Tiongkok juga mempercepat pengembangan ekosistem AI, termasuk penguatan peran Nanning sebagai pusat kolaborasi Tiongkok dengan ASEAN. Kehadiran China–ASEAN AI Innovation Center dapat menjadi gerbang perdagangan fisik, pusat komputasi, dan pengolahan data yang mendukung transformasi digital di kawasan,” kata Puntodewi.
[Redaktur: Alpredo]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.