Keberhasilan program vokasi Kemenperin juga tercermin dari kiprah para alumninya yang bekerja di berbagai perusahaan nasional maupun internasional.
Salah satunya adalah Jeihza Malik, lulusan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu yang kini bekerja di Mono Group pada bagian Sanding Department.
Baca Juga:
Komisi VII DPR Dukung Tambahan Anggaran Kemenperin untuk Penguatan Standardisasi Industri
“Mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda di kawasan industri Eropa merupakan pengalaman yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Hal tersebut tidak lepas dari pembelajaran teori, praktik, disiplin, serta pengalaman berinteraksi dengan praktisi industri selama menempuh pendidikan di Polifurneka,” ujar Jeihza.
Kisah sukses lainnya datang dari Pipit Fitriyani, lulusan Politeknik STTT Bandung yang saat ini menjabat sebagai General Manager di PT TESTEX Testing and Certification.
Pipit menilai pendidikan vokasi industri Kemenperin memberikan bekal yang relevan dan aplikatif sesuai kebutuhan dunia kerja.
Baca Juga:
Elaeis Media Group Bakal Gelar Workshop Kuliner Sawit di Jambi, Inovasi Bolu Sawit Iin Arlina Siap Menginspirasi UMKM
“Saya menyadari setelah bekerja bahwa ilmu yang diperoleh sangat aplikatif. Di sekolah vokasi, kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik secara langsung sehingga memahami penerapannya dan benar-benar siap memasuki dunia kerja,” tutur Pipit.
Melalui penguatan pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri, Kemenperin berharap dapat terus mencetak tenaga kerja kompeten yang mampu mendukung pertumbuhan sektor manufaktur nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.