WahanaNews.co, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri nasional sebagai prioritas pemerintah dalam menghadapi tantangan perekonomian global yang semakin kompetitif dan dinamis. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menjalankan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri melalui berbagai kerja sama internasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pentingnya kolaborasi global yang terarah guna menarik investasi berkualitas, memperluas akses pasar, mempercepat proses industrialisasi, serta mendorong transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM industri.
Baca Juga:
Semangat Gotong Royong, TNI–Rakyat bersihkan tempat ibadah sambut Bulan Suci Ramadhan
“Kebijakan industri yang kuat perlu didukung oleh jejaring kerja sama internasional yang efektif agar potensi industri dalam negeri dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (14/2).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Markija Berdaya Bersama pada Selasa (10/2).
Perusahaan yang berbasis di Budapest, Hungaria itu berfokus pada peningkatan daya saing tenaga kerja dan profesional muda Indonesia melalui program magang industri serta peluang kerja di Eropa.
Kerja sama ini mencakup pemetaan keterampilan, kemampuan, dan kepribadian SDM sektor industri melalui asesmen menggunakan tools Practiwork yang dikembangkan di Hungaria.
Baca Juga:
Industri Makanan dan Minuman Perkuat Kinerja IPNM, Wamenperin Dorong Hilirisasi Terintegrasi
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan, pihaknya terus mendorong peningkatan keterserapan lulusan di dunia industri melalui kerja sama yang konsisten dengan sektor usaha. Kolaborasi tersebut meliputi penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin), magang pengajar, penyediaan peralatan pembelajaran sesuai standar industri, hingga bentuk sinergi lainnya.
“Kami menyadari keberhasilan penyiapan SDM tidak hanya bergantung pada kedekatan dengan industri, tetapi juga pada pemahaman mendalam terhadap karakteristik peserta didik, yakni minat, bakat, kemampuan, dan potensinya,” kata Doddy.
Uji coba pemetaan telah diberikan kepada masing-masing 50 peserta didik dari empat unit pendidikan Kemenperin yang turut menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PT Markija Berdaya Bersama, yakni Politeknik AKA Bogor, Politeknik APP Jakarta, Politeknik STMI Jakarta, dan SMK-SMAK Bogor.