Melalui pemetaan tersebut, peserta didik memperoleh rekomendasi jabatan yang sesuai dengan profil masing-masing. Informasi ini menjadi dasar penting bagi institusi pendidikan maupun peserta didik dalam menyusun perencanaan karier serta peningkatan keterampilan sesuai bakat dan potensi yang dimiliki.
Direktur Utama PT Markija Berdaya Bersama Csongor Hunyar menyatakan, penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem pengembangan talenta yang lebih terstruktur dan berbasis kolaborasi di Indonesia.
Baca Juga:
Semangat Gotong Royong, TNI–Rakyat bersihkan tempat ibadah sambut Bulan Suci Ramadhan
“Ke depan kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh baik dalam penguatan pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya di bawah naungan Kementerian Perindustrian,” ujarnya.
Senada, CEO Hungarian Practiwork Akos Zsuffa menekankan bahwa pasar tenaga kerja yang kompetitif dibangun atas dasar pemetaan realitas dan keterampilan yang objektif.
“Jika Indonesia ingin menciptakan tenaga kerja yang kompetitif, maka perubahan ke arah asesmen yang objektif dan berbasis data sangat diperlukan,” katanya.
Baca Juga:
Industri Makanan dan Minuman Perkuat Kinerja IPNM, Wamenperin Dorong Hilirisasi Terintegrasi
Selain bermanfaat bagi peserta didik, tools Practiwork juga membantu perusahaan dalam menemukan kandidat yang tepat sesuai kebutuhan jabatan. Bagi peserta didik tingkat akhir maupun lulusan, hasil pemetaan dapat menjadi referensi dalam melamar pekerjaan yang selaras dengan kompetensi yang dimiliki.
Sekretaris BPSDMI Sidik Herman berharap kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan unit pendidikan, khususnya untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada penguatan karakter serta kesiapan kerja lulusan.
“Dengan demikian, unit pendidikan BPSDMI Kemenperin tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki arah karier yang jelas dan berdaya saing tinggi di dunia industri,” tutupnya.