WahanaNews.co, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 untuk memanfaatkan Jalur Pantai Selatan (Pansela) Pulau Jawa sebagai alternatif rute perjalanan.
Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini terpusat di Jalur Pantai Utara (Pantura) dan Jalan Tol Trans Jawa. Selain itu, jalur Pansela juga menawarkan pengalaman perjalanan berbeda dengan panorama khas pesisir selatan Pulau Jawa.
Baca Juga:
Kementerian PU Percepat Perbaikan Jalan Nasional di Lampung Jelang Mudik Lebaran 2026
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah terus memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Jalur Pantai Selatan dapat menjadi alternatif perjalanan mudik bagi masyarakat. Selain membantu mengurangi kepadatan di jalur utama seperti kawasan Cikampek, jalur ini juga memiliki potensi wisata yang sangat menarik karena melewati kawasan pantai selatan Pulau Jawa,” ujar Dody.
Jalur Pansela sendiri membentang dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur dengan panjang lebih dari 1.500 kilometer. Jalur ini melintasi lima provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Baca Juga:
Skema Buffer Zone Disiapkan di Rest Area Tol untuk Antisipasi Kepadatan Mudik Lebaran 2026
Sepanjang jalur tersebut, pemudik dapat menikmati berbagai destinasi wisata pesisir, di antaranya Pantai Rancabuaya dan Pantai Pangandaran, kemudian Pantai Parangtritis, hingga kawasan Pantai Sendang Biru yang menjadi akses menuju Pulau Sempu.
Sebagai bagian dari peningkatan keandalan infrastruktur, Kementerian PU juga telah menyelesaikan sejumlah pekerjaan preservasi dan rehabilitasi di sepanjang koridor Pansela. Salah satunya adalah rehabilitasi Jembatan Cidahon pada ruas jalan nasional Cilaki–Rancabuaya di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Rehabilitasi jembatan sepanjang 50,7 meter tersebut dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga, sejak Oktober 2025 dan kini telah rampung 100 persen. Pekerjaan ini bertujuan meningkatkan keandalan struktur jembatan serta keselamatan pengguna jalan.